Rabu, 10 November 2010

Pengertian Hipnosis

Kata "Hypnosis atau Hipnosis" pertama kali diperkenalkan oleh James Braid, seorang dokter ternama di inggris yang hidup antara tahun 1795 - 1860. Sebelum masa James Braid, hipnosis dikenal dengan nama Mesmerism/Magnetism.

Hipnosis berasal dari kata "hypnos" yang merupakan nama dewa tidur orang yunani.
Namun perlu dipahami bahwa kondisi hipnosis tidaklah sama dengan tidur. Orang yang sedang tidur tidak menyadari dan tidak bisa mendengar suara-suara disekitarnya. Sedangkan orang dalam kondisi hipnosis, meskipun tubuhnya beristirahat (seperti tidur), ia masih bisa mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya.

Hipnosis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. Banyak studi klinis dan eksperimental mencoba menentukan apa yang paling unik dari hipnosis dibanding fenomena mental lainnya. Keunikan ini perlu dipahami untuk merumuskan sebuah definisi hipnosis yang akurat. Namun sampai sekarang, defisini hipnosis yang diungkapkan setiap tokoh masih berbeda-beda. Semua orang setuju adanya sesuatu yang dinamakan hipnosis, tapi berbeda pendapat mengenai apa itu hipnosis.
Beberapa definisi tentang hipnosis yang pernah diungkapnya diantaranya:
  1. Hipnosis adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada seseorang, di mana seseorang yang dihipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan.
  2. Hipnosis adalah teknik atau praktek dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi trance hipnosis.
  3. Hipnosis adalah suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas (daya terima saran) meningkat sangat tinggi.
  4. Hipnosis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak dari Beta menjadi Alpha dan Theta.
  5. Hipnosis adalah seni komunikasi untuk meng-eksplorasi alam bawah sadar
  6. Hipnosis adalah kondisi kesadaran yang meningkat.
Semua definisi di atas benar, karena menandakan salah satu atau beberapa gejala dari kondisi hipnosis. Akan tetapi apa yang diungkapkan diatas belum bisa mencerminkan apa yang paling unik dari hipnosis yang berbeda dari kondisi mental lain. Sebab itu, kami memilih menggunakan definisi hipnosis yang dibuat oleh U.S. Department of Education, Human Services Division, dikatakan bahwa; “Hipnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment of acceptable selective thinking” atau “Hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti”.
Hipnosis Adalah Fenomena Alami dan Normal

Anda mengalami kondisi mirip hipnosis minimal 2 kali sehari, yaitu saat anda akan tertidur dan bangun tidur tapi masih malas untuk bangun. Pada saat itu, seluruh tubuh anda beristirahat tapi pikiran anda masih bekerja walaupun setengah sadar.
Contoh lain peristiwa hipnosis yaitu ketika anda membaca novel, menonton film yang seru, menyetir (contoh gambar disamping). Saat anda membaca anda merasakan tegang, semangat, cemas, sedih, menangis, dan tertawa, padahal anda tahu bahwa yang anda saksikan hanyalah cerita fiksi belaka.
Apakah anda terhipnotis oleh cerita yang anda ikuti? Ya benar, anda terhipnotis. Apakah anda dikendalikan oleh cerita dalam film? Tentu saja tidak. Dan memang seperti itulah hipnosis. Hipnosis hanya bisa anda rasakan apabila anda mengizinkan diri anda untuk mengalaminya. Seperti ketika anda membaca novel atau menonton film, anda sendiri yang mengizinkan diri anda untuk terpengaruh oleh film atau terhanyut dalam cerita novel.
Hipnosis bukanlah cara menguasai pikiran seseorang. Melainkan seni mengelola pikiran. Seorang pakar hipnosis tidak punya kekuatan supranatural yang bisa mengendalikan pikiran anda. Jika anda tidak bisa dipaksa untuk menikmati film, maka anda juga tidak bisa dipaksa untuk dihipnosis.
Hipnosis adalah fenomena mental alami. Setiap manusia normal punya kemampuan untuk mengalami hipnosis. anda dapat menolak hipnosis dengan cara mengabaikan semua yang dikatakan hipnotis. Seperti halnya anda bisa menolak untuk terharu oleh cerita yang sedih dalam film dengan cara memikirkan hal lain ketika menonton film.
Hipnosis Tidak Selalu Relaksasi
Beberapa orang mengira bahwa kondisi hipnosis tidak lain adalah kondisi fisik yang sangat relaks. Dengan kata lain, hipnosis hanya bisa dicapai dengan relaksasi fisik. Semakin dalam relaksasi, maka semakin dalam level kedalaman hipnosis. Pemahaman ini kurang tepat. memang benar salah satu ciri orang yang berada dalam kondisi hipnosis adalah tubuhnya tampak rileks. Namun, tubuh yang rileks belum tentu menandakan orang dalam kondisi hipnosis. Bahkan dengan teknik yang ada saat ini, kita bisa menghipnotis orang dalam kondisi bangun, tanpa orang tersebut "ditidurkan" lebih dulu.

Disamping itu, banyak sekali orang yang takut dihipnotis.
Ketakutan ini wajar karena mereka belum mengenal hipnosis dari sumber yang benar. Banyak orang mengira, bahwa orang yang dihipnotis akan dikuasai pikirannya oleh orang yang menghipnotis. Opini tersebut tidak benar, karena dalam kondisi hipnosis, seseorang tetap memegang kontrol atas dirinya. Kami sudah membahas mengenai miskonsepsi hipnosis pada artikel tersendiri.
Ada hubungan apa antara hipnosis dengan arloji dan spiral ?

Kalau anda perhatikan, hampir di setiap website atau brosur tentang hipnosis selalu ada gambar seperti di samping ini. Memangnya apa sih hubungannya dengan hipnosis?
Dalam hipnosis, arloji pendulum dan gambar spiral digunakan untuk memfokuskan perhatian suyet yang akan dihipnotis. Caranya suyet diminta memandang mengikuti gerakan arloji yang diayunkan, atau fokus pada titik tengah spiral yang diputar. Suyet akan memfokuskan perhatiannya selama beberapa menit, sampai matanya terasa lelah, berat dan ingin menutup.
Peralatan ini pernah sangat populer di abad 19 sehingga menjadi ikon hipnosis sampai sekarang. Namun pada prakteknya, para praktisi hipnosis saat ini sudah jarang yang menggunakan dua peralatan tersebut karena dinilai kurang praktis dan membutuhkan waktu yang lama. Dengan perkembangan ilmu hipnosis sekarang ini, kita bisa menghipnotis orang lain tanpa peralatan apapun.
Ada beberapa hal yang menjadi karakteristik kondisi hipnosis, yaitu :
· Perhatian yang sangat terpusat
Masuk ke kondisi hipnosis merupakan suatu proses, secara perlahan tapi pasti, perhatian kita menjadi focus hingga mencapai konsentrasi yang sangat tinggi. Dalam kondisi normal, pikiran sada kita dibanjiri oleh berbagai stimulus yang masuk melalui kelima indra. Saat berada dalam keadaan sipnosis, perhatian menjadi lebih focus, sempit sehingga tertuju pada satu stimulus tertentu.
· Relaksasi yang dalam
Induksi, cara yang digunakan untuk membawa suyet pindah dan pikiran sadar ke pikiran bawah sadar, melibatkan konsentrasi pada relaksasi fisik. Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks. Saat kita rileks, gelombang otak akan turun dari beta, alpha, theta kemudian delta. Semakin turun gelombang otak, kita semakin rileks.
· Peningkatan kemampuan indra
Eksperimen yang menggunkan hipnosis menunjukkan kemampuan indra dapat ditingkatkan. Indra dapat beroperasi dengan lebih akurat bila fungsinya diarahkan dengan menggunakan suugesti. Kemampuan berpikir logis meningkat tajam dan akurasi dalam berpikir deduksi juga meningkat.
· Pengendalian refleks dan aktivitas fisik
Saat seseorang di hipnosis, detak jantungnya dapat dikendalikan, bagian tubuh dapat dibuat mati rasa, periode menstruasi dapat diatur, sirkulasi darah dapat ditingkatkan atau dikurangi, tarikan nafas dan masukan oksigen menurun, temperatur tubuh berubah, dan masih banyak lagi aktivitas fisik lain yang berjalan normal dapat dikendalikan atau dipengaruhi.

the real art of hypnosis -KATA PENGANTAR

Fenomena hypnosis sebenarnya bukan barang baru dalam budaya Indonesia. Kekayaan budaya masyarakat Indonesia telah lama mengenal dan memanfaatkan fenomena hipnosis dalam keseharian hidup mereka. Buku ini dibuat, sebagai sebuah upaya penggalian kekayaan bangsa Indonesia yang telah lama mengenal dan memanfaatkan eksplorasi pikiran bawah sadar dimana kita telah melupakannya, bahkan menganggapnya sebagai ilmu hitam atau jahat karna proses ritualnya dianggap menyimpang dari tatanan beragama dan telah beralih berkiblat pada ilmu hipnosis dunia barat. Dalam pengalaman saya selama beberapa tahun di dunia hipnosis, justru saya sering menemui kasus – kasus yang memang tidak bisa lepas dari spiritualitas budaya Indonesia. Kebetulan domisili saya di sentra budaya jawa yaitu Jogja dan Solo, saya banyak menemui kasus – kasus dimana permasalahan psikis bahkan fisik klien sering dikait – kaitkan dengan budaya yang mereka percayai.
Sebagai seorang professional tentunya saya tidak akan terjebak dengan istilah dukun atau paranormal, sementara kesan sebagian masyarakat masih menganggap seorang yang memiliki kemampuan ekplorasi bawah sadar sama dengan seorang yang mampu melihat dimensi-dimensi alam lain. Apapun istilah yang diberikan kepada saya, sebagai “orang jawa” yang memiliki tradisi-tradisi spiritual sejak lama, melihat celah bahwa hipnosis akan menjadi sempurna ketika dua sudut pandang modern dan tradisional menjadi satu. Tentunya dengan mengakar pada etnik budaya setempat.
Masyarakat Indonesia, memiliki nilai spiritualitas budaya yang cukup tinggi, seiring dengan tingginya sugestifitas mereka dengan hal – hal yang berkaitan dengan spiritualitas mereka. Nilai ‘rasa’ bangsa Indonesia cukup tinggi untuk sensitif dengan hal – hal yang menyentuh spiritual. Walaupun disini saya tidak hanya membatasi pada wilayah budaya saja, namun pada sesuatu yang mereka percayai dan yakini.
Saya sering, menyentuh sisi spiritualitas klien dengan menyesali segala dosa kepada Tuhan. Memohon ampunanNya, dan memohon pertolonganNya, sehingga klien menjadi lebih lega karena telah melepas semua bebannya, dan menjadi merasa lebih kuat, tegar dan percaya diri pada apa yang harus dilakukannya, karena keyakinan dan kepercayaan pada Tuhan, Dzat yang Maha Kuasa diatas dirinya yang akan menolongnya.
Sebenarnya, hal itu hampir sama ketika ada seorang klien yang merasa sakit karena merasa ada sesuatu di luar dirinya yang telah mengganggunya karena klien merasa ada kekuatan gaib dalam dirinya (terlepas benar tidaknya). Ada seorang klien, yang merasa lemah, sakit dan stres, namun entah bagaimana, hanya dengan mensugesti dengan pendekatan spiritualitas yang sesuai dengan keyakinannya, ternyata klien menjadi lebih kuat, lebih sehat bahkan lebih tenang dan bahagia.
Hipnosis adalah seni mempengaruhi dengan memanfaatkan sugestifitas klien. Padahal sebenarnya bangsa Indonesia memiliki sugestifitas yang lebih tinggi lagi dibanding bangsa barat yang lebih mengedepankan rasio dan logika. Dan hal tersebut dapat dilakukan, sepanjang seorang terapist dapat mengetahui titik sugestifitasnya. Yaitu salah satunya dari keyakinan spiritual yang dimilikinya.
Seorang klien, akan lebih mudah masuk dalam kondisi trance dan hanyut dalam emosi yang kita inginkan ketika masuk dalam wilayah rasa dan spiritual yang kental dengan sosial budaya mereka. Dalam penanganan yang sering saya lakukan, ternyata pendekatan KeTuhananlah yang sangat sesuai untuk menghadapi kasus – kasus klien. Seorang klien ketika dihadapkan pada Tuhan, pastinya ia akan menganggap bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa dibandingkan dzat – dzat yang lain.
Dan luar biasanya, seorang klien yang memiliki sugestifitas yang tinggi ketika disentuh dengan nilai KeTuhanan, justru dapat membangun dirinya untuk menjadi lebih baik, lebih tegar, lebih termotivasi, lebih sehat, dan lain sebagainya. Sama halnya, dengan nilai keTuhanan jugalah yang membuat klien merasa aman dari gangguan dzat atau makhluk lain di luar dirinya (baik makhluk gaib atau manusia jahat di sekitarnya). Sehingga klien akan tetap merasa aman, merasa sehat dan merasa tenang. Sebagai contoh, klien menjadi merasa aman dari gangguan sesuatu yang jahat, seperti sihir, gendam, pelet, teluh ataupun dari kekhawatiran perampok, pengkhianat dan lain sebagainya.
Buku ini dibuat, sebagai sebuah upaya penggalian kekayaan bangsa Indonesia yang telah lama mengenal dan memanfaatkan eksplorasi pikiran bawah sadar sejak lama dan telah beralih berkiblat pada ilmu hipnosis dunia barat. Padahal pada beberapa teknik atau skrip sugesti yang ditawarkan oleh hipnosis barat ada yang kurang pas dengan budaya bangsa Indonesia. Sehingga dalam perjalanan di dunia hipnosis, saya mencoba mengembangkan dan menyesuaikan dengan etnik budaya bangsa Indonesia.
Dalam buku ini, saya tidak akan menggiring pembaca untuk memilih atau membedakan antara yang baik atau buruk, yang hitam atau putih antara hipnosis dari budaya kita yang sering disebut hipnosis tradisional atau hipnosis timur atau hipnosis dari barat yang sering disebut hipnosis modern.
Namun melalui buku ini, kita dapat lebih mengenal kehebatan kekayaan budaya Indonesia, yang telah menggali dan mengeksplorasi pikiran bawah sadar (sub conscious) disamping kita dapat menjelaskan dan memaparkan hipnosis modern, yang nantinya praktisi dapat memadukan minimal memahami kedua aliran hipnosis tersebut dengan tujuan yang utama yaitu untuk kebaikan manusia. Karena memang hipnosis adalah sebuah seni, namun yang lebih utama adalah untuk kesembuhan dan kebaikan klien. Dengan rendah hati saya persembahkan....
The Art of Hypnosis, sebuah kolaborasi hipnosis barat dan timur
Semoga bermanfaat. Salam

Hypnosis, antara Barat dan Timur

Ketika banyak orang berbondong – bondong belajar hipnosis, yang berkiblat dari ilmu barat ternyata budaya Indonesia sudah sangat mengenal ‘teknik hipnosis’ dalam kehidupan mereka. Ketika ibu menidurkan anaknya dengan lagu timang – timang merupakan prosesi ‘hipnosis’ bagi anaknya. Ketika ibu memegang kepala anaknya dan mengatakan “besok yen gedhe dadi uwong ya lee…” (besok kalau sudah besar, jadi orang ya…). Sama halnya, ketika ‘orang pinter’ melakukan prosesi penyembuhan kepada orang yang sakit dengan berbagai ritual dan mantra – mantra yang dibacakan. Atau seseorang menggunakan ‘peluluh’ agar orang lain dapat ‘lunak’ dan dapat dipengaruhinya. Itu semua adalah fenomena hipnosis, karena prinsip utama dari hipnosis adalah mempengaruhi.

Menilik dari hal tersebut, maka sekarang dikenal antara hipnosis barat dan timur atau hipnosis tradisional. Hipnosis barat digali secara ilmiah dengan berbagai eksperimen – eksperimen yang dilakukan sedangkan hipnosis timur digali dari budaya timur yang berkaitan dengan kultur dan etnik budaya setempat. Ada beberapa hal yang sama dan hal yang berbeda, namun prinsip dari kedua proses tersebut adalah satu, yaitu ”mempengaruhi”. pikiran bawah sadar seseorang.
Pada hipnosis timur atau tradisional, kita mengenal ritual – ritual dan mantra – mantra yang sering digunakan oleh pelaku. Hal tersebut sebagai sarana ‘auto sugesti’ bagi pelaku dalam menjalankan aksinya. Mereka meyakini, bahwa dengan melakukan ritual dan mantra tersebut maka pelaku yakin bahwa kehendaknya pasti berhasil. Seperti kalau seorang guru spiritual mengatakan ”dengan membaca mantra ini, maka kamu akan kebal” maka jika tingkat sugestibilitas dan akseptabilitas orang tersebut tinggi, dia akan langsung trance, mantra tsb dijadikan sebuah anchor / password. Maka sebagai PHS-nya dia akan kebal. Sedangkan, dalam hipnosis barat tidak mengenal hal tersebut. Untuk lebih jelasnya kami jelaskan lebih lanjut perbedaan hipnosis barat dan hipnosis timur / tradisional.

BEDA HIPNOSIS BARAT & HIPNOSIS TIMUR
Hipnosis barat lebih berorientasi pada klien, yaitu mengkondisikan klien masuk dalam kondisi hipnotic (hypnotic state), kemudian dengan sugestinya dapat diteruskan dengan memberikan terapi. Sedangkan hipnosis timur lebih berorientasi pada terapist atau pelaku hipnosist. Yaitu bagaimana mengolah dirinya dengan auto sugesti, agar terapist dapat mempengaruhi klien. Baik mengolah visual, verbal, non verbal atau batin.

Hipnosis barat dan timur memiliki paradigma yang berbeda. Jika paradigma hipnosis timur, proses hipnosis lebih diorientasikan pada pelaku. Sehingga, pelaku hipnosis timur sangat membutuhkan autosugesti, untuk meyakinkan dirinya dalam mempengaruhi klien. Disamping, hipnosis timur lebih memberdayakan pada semua potensi dirinya, yaitu tidak hanya verbal, namun juga visual (mata, sebagai jendela diri), bahasa non verbal (tangan, kaki, kepala, bahu, perut dan dan semua gerak tubuhnya adalah representasi dari keyakinan dan kemantapan untuk menghipnosis / mempengaruhi), dan yang tak kalah pentingnya olah batin atau jiwa (sebagai bagian dari auto sugesti). Namun, agar tidak salah pengertian, olah batin tidak harus lelaku, mantra atau ritual – ritual yang aneh – aneh. Namun, bagi saya seorang hypnotherapist juga membutuhkan jiwa dan batin yang sehat. Hal itu bisa dilakukan sesuai dengan keyakinannya, misal dengan do’a, dzikir, sholat, atau sebelum hypnotherapy mengucapkan ”Bismillahirromanirrohiim...”, atau berupa self hypnosis agar psikis dan batinnya lebih sehat dan tenang.
Sedangkan paradigma hipnosis barat, lebih diorientasikan pada klien. Yaitu lebih difokuskan pada ’bagaimana mengkondisikan klien masuk dalam kondisi hipnotic’. Sehingga, hipnosis barat dapat menjabarkan proses hypnotic seperti apa? Bagaimana cara memasukkan klien dalam kondisi hypnotic? Yang akhirnya memunculkan banyak teknik – teknik dalam melakukan praktek hipnosis. Inti dari hipnosis ala barat adalah kalau klien mau ya bisa, kalau ada resistance dan rejection ya tidak bisa dilakukan hipnosis, ini berlaku pada stage hypnosis, maupun hypnotherapy.
Hipnosis Timur menggunakan ritual dan mantra dalam melakukan aksinya sebagai suatu kekuatan auto sugestinya, sedangkan hipnosis barat tidak. Hanya pola magnetisme yang menggunakan ritual oleh Franz A. Mesmer (1734-1815) ketika dulu untuk meningkatkan sugestibilitasnya
Hipnosis timur seringkali menggunakan ritual dan mantra tertentu sebagai sarana auto sugesti bagi pelaku. Namun ritual dan ‘mantra’ haruslah disesuaikan dengan sisi spiritual seseorang. Bagi orang – orang yang dekat dengan dunia dinamisme – animisme, dalam mengolah sisi batinnya seringkali melakukan ritual yang aneh – aneh. Bagi orang – orang religius mengolah sisi batinnya melalui wirid atau doa. Sedangkan bagi orang – orang logis, lebih suka dengan metode yang lebih bisa diterima oleh akal sehatnya, misal pernapasan, konsentrasi, meditasi.
Sebenarnya ritual dan bacaan tertentu tersebut sebagai sarana untuk mengolah batinnya. Namun bukan mantra dan bacaan tersebut yang menimbulkan kekuatan, melainkan program atau niat itulah memberikan efek sugesti dan ‘energi’ bagi pelaku.
Tetapi apabila kita menilik dari hipnosis barat, sekarang mereka tidak mengenal ritual dan mantra tertentu. Hipnosis barat mencoba membuka tabir apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang terhipnosis dan bagaimana mengkondisikan seseorang masuk dalam kondisi hypnotic. Dalam hipnosis barat, tidaklah dengan ritual dan mantra tertentu untuk menghipnosis. Dengan pemahaman itulah, hipnosis barat mulai berkembang dengan berbagai macam teknik hipnosis
Hipnosis barat lebih menekankan pada teknik verbal yang sugestif, sedangkan Hipnosis timur mempengaruhi sasaran lebih tertumpu pada energi batinnya melalui tatapan mata (visual), gelombang suara (verbal) serta bahasa non verbalnya (sikap tubuh, tangan, kaki sebagai representasi mental pelaku)
Dalam hipnosis barat, kita mengenal macam – macam teknik induksi seperti fixasi mata, relaksasi, membingungkan pikiran, menyesatkan pikiran, kehilangan keseimbangan dan lain sebagainya. Dari hipnosis barat ini, kita dapat lebih memahami bagaimana dinamika dan mekanisme pikiran sehingga dapat terinduksi atau menurunkan gelombang otaknya dari betha menuju alpha - theta. Karena dari pemahaman hipnosis baratlah, kita juga memahami bahwa kondisi gelombang otak alpha – theta merupakan kondisi yang sugestif bagi seseorang untuk dipengaruhi. Dan yang lebih kental dalam hipnosis barat, dalam prakteknya mereka lebih menekankan pada teknik verbal yang mensugesti klien dibanding hipnosis timur yang sangat menekankan pada tiga aspek yaitu tatapan mata (visual), gelombang suara (vocal) dan energi batin yang timbul dari jiwanya.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, pengolahan batin bagi seorang pelaku hipnosis tradisional sangat penting. Karena proses seorang pelaku hipnosis tradisional seringkali membutuhkan ritual dan bacaan sebagai proses auto sugesti. Dalam auto sugesti itulah yang menguatkan batin seseorang, yang nantinya sangat berpengaruh bagi diri pelaku maupun korban hipnosis.
Dalam hipnosis timur meyakini akan adanya energi ketika seseorang melakukan praktek hipnosis, dimana energi tersebut berpengaruh pada diri dan orang lain. Dan dalam perkembangannya eksistensi energi tersebut telah dibuktikan di dunia barat. (lihat bab selanjutnya)
Hipnosis barat dapat berlaku pada semua orang asalkan mau dan bersedia, sedangkan hipnosis timur mampu mempengaruhi orang lain walaupun sasaran tidak bersedia. Namun hipnosis timur sulit diberlakukan bagi orang – orang yang tidak sugestif.
Prinsip hipnosis barat adalah ”every hipnosis is self hipnosis”. Beranjak dari prinsip tersebut, maka fungsi pelaku hipnosis modern hanyalah fasilitator agar klien mau menghipnosis dirinya. Sehingga apabila yang bersangkutan tidak bersedia untuk menghipnosis dirinya maka proses hipnosis tidak akan berjalan. Dalam hipnosis modern kerja sama antara pelaku dan klien sangat dibutuhkan agar hipnosis dapat berjalan.
Berbeda dengan hipnosis timur, kharisma penghipnosis sangat penting dalam keberhasilan proses hipnosis. Karena dari auto sugesti yang dimiliki oleh pelaku, memberikan energi bagi penghipnosis untuk merasa yakin dan percaya diri bahwa proses hipnosis akan berhasil. Disamping, energi auto sugesti yang dimiliki oleh penghipnosis akan mempengaruhi korban.
Sehingga tidak heran apabila hipnosis timur sangat efektif diberlakukan bagi orang yang sugestif, karena mudah dipengaruhi oleh penghipnosis walaupun korban menolaknya. Namun juga tidak heran ketika seringkali hipnosis ”mental” pada orang – orang tertentu. Dimana ada dua kemungkinan, yaitu tidak berlaku pada orang yang tidak sugestif atau tidak mudah dipengaruhi. Dari penjabaran tersebut, kita bisa memahamii kenapa hipnosis timur lebih sering digunakan untuk kejahatan. Karena pelaku dengan auto sugestinya dapat mentarget orang yang sugestif untuk menjadi korban, walaupun dia menolak.

dikutip dari buku THE REAL ART OF HYPNOSIS

Free E-Book WordPress

Download

Modul Kuliah

Download

Tutorial WordPress

Free Software
Alhamdulillah… akhirnya selesai juga e-book tentang tutorial penggunaan WordPress ini saya buat. E-book ini dibuat mulai jam 00.30 tengah malam dan selesai jam 10 pagi. Hmmm… lumayan capek juga. Maklum karena besoknya mau dipakai modul training nge-blog para mahasiswa.
Sekarang Anda bisa latihan sendiri mencoba WordPress dengan modul yang saya buat ini.

Oya.. sekedar info, saat ini para mahasiswa FKIP UNS sudah berhak memiliki blog di http://student.fkip.uns.ac.id. Para mahasiswa berhak register dengan username yang mereka sukai. Misalnya ada mahasiswa bernama ‘bejo’ mau daftar blog, maka alamat blognya http://bejo.student.fkip.uns.ac.id. Keren kan… :-)
Insyaallah sebentar lagi menyusul pula training nge-blog untuk para dosen. Sebenarnya mereka sudah disediakan space di http://staff.fkip.uns.ac.id, namun belum disosialisasikan. Mohon doa restu dari semuanya untuk kelancaran rencana ini.
OK.. buat bagi Anda yang ingin belajar WordPress, silakan download tutorial yang saya tulis ini, gratis…tis… tis.
Akhir kata, selamat nge-blog and have fun…
VN:F [1.9.6_1107]
Rating: 10.0/10 (2 votes cast)
Free E-book WordPress Tutorial, 10.0 out of 10 based on 2 ratings

Beberapa artikel terkait

Selasa, 09 November 2010

ENTERTEINMENT ONLINE

ENTERTAINMENT FOR VISITOR ILMUGRAFIS: INTERNET TV
Pastikan bahwa anda telah menginstal Flash Player Terbaru , Quick Time Player, Browser Mozilla Firefox atau Chrome Terbaru, dan koneksi internet yg bagus (Disarankan tidak menggunakan koneksi GRPS)

YOUR REMOTE: >> PILIH CHANNEL

dan Games:
Sekarang pengunjung ilmuGrafis bisa menonton TV, bermain Games untuk mengurangi kejenuhan belajar Desain Grafis
Pastikan bahwa anda telah menginstal Flash Player Terbaru dan Quick Time Pro 7

INTERNET TV
Sekarang pengunjung ilmuGrafis bisa menonton TV, bermain Games untuk mengurangi kejenuhan belajar Desain Grafis, Pastikan bahwa anda telah menginstal Flash Player Terbaru dan Quick Time Pro 7
TV one
TVONE

antv
ANTV

mivo
MIVO CHANNEL // (RCTI, TRANS TV, SCTV, MIVO)

ONLINE GAMES
Games Online untuk hiburan untuk para pengunjung ilmuGrafis
chess
Chess Games

super mario
Super Mario

TOOLS
Kalkulator Online






GOOGLE MAPS
Sekarang pengunjung ilmuGrafis bisa menikmati layanan Google MAPS yang terintegrated dengan ilmuGrafis
google maps indonesia
Google Maps (INDONESIA)

Terima Kasih,

Semoga Bermanfaat

Sponsored by Kreasi Hosting
JASA PEMBUATAN TOKO ONLINE, Website, Company Profile? KUNJUNGI Kreasi Hosting

ads by ilmugrafis
Video Tutorial Editing Foto Wedding dengan Photoshop CS 4
photoshop wedding
Wedding adalah momen terindah yang wajib diabadikan bagi setiap orang, dengan CD Video Tutorial Bahasa Indonesia terbaru ini editing foto terutama foto yang berkaitan dengan momen penting seperti pernikahan bisa menjadi seindah yang diharapkan dan bukan tidak mungkin menjadi inspirasi untuk membuka bisnis editing foto
Selengkapnya...